TERM
OF REFERENCE
Sejak
berabad-abad yang lalu manusia telah mencatat hidup dan kehidupan dengan
berbagai dimensi dan fenomena perilakunya, sehingga melahirkan persoalan dengan
sederetan pola-pola kepentingan yang sangat menajam. Sering kali berbagai
kepentingan menjadi buah pertengkaran yang tak kunjung selesai. Persoalan
menjadi berat ketika sekelompok manusia dihadapkan pada persoalan penindasan
penguasa atas hak-hak yang dimilikinya. Manusia cenderung melakukan perlawanan
atas hak yang semestinya. Perlawanan yang berlabelkan perjuangan tersebut
kadangkala juga mengorbankan jiwa dan Raga, Hak merupakan suatu unsur normative
yang melekat pada diri manusia yang dalam penerepannya berada pada ruang
lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara
individu atau dengan instansi.
Hak juga meruapakan sesuatu yang harus
diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan
dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih
diperhatikan dalam era reformasi dari pada sebelum reformasi. Perlu diingat
bahwa dalam hal pemenuhan Hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup
bersosialisasi dengan orang lain.
Fakta
membuktikan penegakan HAM kian menurunkan skala keurgenitasan bagi Aktor
pelaksana Negara atau pemerintahan. Pemarginalan Akan Hak Asasi Manusia pada
Hak Sosial-Politik (Sipol) semakin meningkat setiap tahunnya. Diperpara lagi
dengan meningkatnya pembunuhan. Penghilangan paksa, Represi, dan Pemargilan
Orientasi Seksual, Perampasan tanah, Hak berkumpul dan berasosiasi, Penebangan
dan perusakan lingkungan melalui perusahaan dan lain-lain.
Hal ini
disebabkan hamper sebagian besar kalangan penyelenggaran/pelaksana Negara
Kurang peduli terhadap penegakan HAM secara holistic. Mirisnya kondisi
penegakan HAM cenderung dibekukan oleh perjalanan waktu. Bahasa lainnya dipeti
ES-kan actor penguasa. Bahkan mereka dimandatkan memenuhi dan menegakan HAM
tetapi malahan asik terjebak dalam kepentingan Politik dan Ekonomi. Disinilah
semakin melemahnya esensi Hak Asasi Manusia bagi korban pelanggaran HAM terkait
meminta keadilan kepada Negara seperti dalam hal pemulihan dan reparasi.
Oleh karnanya
diperlukan sebuah kata sepakat mengenai seperangkat hak terseut. Telah menjadi
kenyataan yang harus dibeli bahwa memperjuangkan hak seakan – akan legitimasi “suci”
dan benar, apalagi hal-hal yang dianggap menyinggung perasaan sekaligus
merendahkan martabat manusia. Hal inilah yang memungkinkan sebuah bentuk
penyadaran melalui pemahaman tentang Hak Asasi Manusia. Disisi lain memperingati
Hari Hak Asasi Manusia (HAM) ini adalah kewajiban seluruh bangsa untuk
menyembuhkan luka bangsa, hal ini terkait masih minimnya penerapan keadilan
bagi pelanggar-pelanggar HAM.
Melihat kenyataan itu, dengan semangat
restorasi sahabat-sahabat Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Revolusi (PMII Fakultas Ekonomi) UNITRI Malang,
merasa bertanggung jawab untuk menyelenggarakan Dialog Publik dan Peringatan
Hari Hak Asasi Manusia yang bertemakan “ Telaah pelanggaran Hak Asasi Manusia untuk Indonesia Masa
Depan ” Semangat
juang para pemuda di bumi pertiwi ini, tidak akan pernah luntur dan lentur
selama nafas masih dikandung badan. Selamat
berjuang untuk indonesia!!!
B. NAMA
DAN TEMA KEGIATAN
1.
Nama Kegiatan : Dialog
Publik
2.
Tema Kegiatan : “ Telaah
pelanggaran Hak Asasi Manusia untuk Indonesia Masa Depan ”
C. LANDASAN KEGIATAN
1.
Al-Qur’an
dan Al-Hadits
2.
Pancasila
dan UUD 1945
3.
Nilai
Dasar Pergerakan (NDP) PMII
4.
AD/ART
PMII
5.
Peraturan
Organisasi (PO) PMII
6.
Hasil-Hasil
Rapat Tahunan
Anggota Rayon (RTAR VII) PMII Revolusi
Tahun 2015
D. WAKTU
DAN TEMPAT KEGIATAN
Waktu dan tempat pelaksanaan
kegiatan ini adalah:
Hari /Tanggal : Sabtu,12 Desember 2015
Waktu : 08.00 s/d selesai
Tempat : Gedung
Pasca Sarjana Lantai 4 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
E. PESERTA
Kegiatan ini akan di ikuti oleh :
1. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa
Islam Indonesia Kota Malang
2. Pengurus Komisariat PMII se-Kota Malang
3. Rayon PMII Se-Kota Malang
4. Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI)
Malang
5. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kota Malang
6. Civitas Akademika Unitri Malang
7. Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) Se-Unitri Malang
8. Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) Se-Unitri
Malang
9. Organisasi Daerah (ORDA) Se-Unitri Malang
10. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama’ (ISNU) Kota Malang
11.
Komunitas Mahasiswa Lintas Agama Se-Kota Malang
12. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Se-Kota
Malang
Penulis adalah kader Rayon Revolusi "Sahabat Basith" yang hari ini menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HIMMA 2015-2016) Sekaligus Steering Commitee (SC) dalam acara Dialog tersebut..







0 komentar:
Posting Komentar