Revolusi–Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa
Islam Indonesia (PMII) Revolusi Komisariat Country Unitri menggelar dialog public
dalam rangka memperingati hari anti korupsi dan hak asasi manusia (HAM) dengan tema
"Telaah Hak Asasi Manusia Untuk Indonesia Masa Depan" Nilai dan
Prinsip - Prinsip Anti Korupsi yang di laksanakan pada hari sabtu, 12 desember
2015 di Gedung Pasca sarjana lantai 4 Kampus Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Malang dan acara tersebut dihadiri sekitar 200 peserta yang terdaftar, tamu undangan
dan kader-kader PMII se-kota Malang yang memenuhi ruangan berkapasitas 350
orang tersebut.
Sahabat Tolak Edi selaku Ketua Pelaksana
acara ini, sangat bangga karena banyaknya apresiasi dari mahasiswa Universitas Tribhuwana
Tunggadewi (Unitri) Malang yang masih peduli akan Negerinya yang sudah di
kepung koruptor, harapannya acara ini tidak hanya selesai didalam diskusi saja,
namun dengan aksi yang nyata bahwa kita akan mahasiswa hari ini akan melawan korupsi.
Dengan nada orasi Sahabat Rifqan
Achmad Zarnoeji selaku ketua Rayon Revolusi dalam sambutannya “Kejahatan korupsi
dimasa pasca reformasi telah menemukan bentuknya yang paling ekstrim dan radikal
namun tak terlihat tertutup oleh sistem yang super canggih atas nama kebijakan dan
dipayungi undang-undang serta peraturan. Empat domain besar yang kini mendapat perhatian
kita semua, yaitu eksekutif, legislatif, yudikatif dan keterlibatan serta penetrasi
pengusaha yang harus kita semua berikan warning untuk tidak melakukan kejahatan
korupsi. Hukum yang tak tegas dan masih banyaknya celah dalam system kebijakan kita
telah membuat rakyat Indonesia marah namun tak mampu berbuat banyak.
Revolusikah jalan keluar dari masalah korupsi tersebut ? Benar hanya dengan
revolusi mental budayadan revolusi sistem, maka kita semua dapat keluar sebagai
jeratan masalah korupsi, tidak semua butuh perlawanan, maka selesai acara ini aktivis
PMII dilarang diam, bangkit dan melawan adalah cara satu-satunya mengusir tikus-tikus
yang menggorogoti Negara kita”.
Acara Dialog Publik tersebut bekerjasama
dengan Malang Corruption Watch (MCW) dan sekaligus mengundang
salah satu dari kepengurusannya saat ini untuk menjadi fasilitator dan di samping
itu juga sahabat-sahabat Rayon membuka bazar buku hasil cetakan dari Intrans
Publising.
Ada dua pemateri dari GGAA yang
memfasilitasi dialog publikdiantaranya yang pertama adalah Sudarsono, SE. sebagai
pemateri HAM “Hak merupakan unsure normatif yang melekat pada diri setiap manusia
yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan
yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga
merupakan sesuatu yang harus diperoleh bagi setiap individu maupun kelompok. Perludi
ingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi
dengan orang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang
lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM padadirikitasendiri”sambutnya.
Yang kedua adalah Hayyik Ali Muntaha
Mansur. Sebagai pemateri Anti Korupsi dari MCW “Bahwa
Bangsa Indonesia saat ini terjangkit penyakit korupsi yang telah kronis dan belum
dapat disembuhkan hingga saat ini. Korupsi mampu melumpuhkan pembangunan bangsa,
membutakan moral para penderitanya hingga mematikan kepedulian terhadap bangsa
yang kian rapuh dan lemah ini. Hal ini disebabkan oleh tikus-tikus berdasi yang
seolah-olah telah mengakar dan mendarah daging dalam system dan subur dipelihara
dengan kebiasaan-kebiasaannya. Jadi kalian sebagai pergerakan mahasiwa islam Indonesia
yang peduli terhadap rakyat Janganlah takut menegakkan hokum dan jangan takut mati
demi menegakkan hokum dan beraksi memberantas korupsi”sambutnya. (awi)
“Tetaptanganterkepaldanmajukemuka”
(Wallahulmuwaffiqilaaqwamitthoriq).







0 komentar:
Posting Komentar