![]() |
| Add caption |
KRITIS DAN INFORMATIF, PENTINGKAH
Oleh. Moh.
Askiyanto
MAHASISWA adalah seseorang yang sedang menikmati keindahan
pendidikan di salah satu lembaga tinggi selama beberapa waktu yang telah
ditentukan. Lembaga ini populer dengan sebutan universitas, di lembaga inilah
dia belajar mengasah otak, berpikir, memecahkan masalah tanpa masalah, belajar
menjadi orang mandiri, sabar, tawakkal, ikhlas, dan melatih keterampilan yang
dia miliki tanpa merasa jenuh dan bosan guna menjadi insan yang sejati yang
betul-betul sesuai dengan harapan bagsa dan negara.
Dilain sisi mahasiswa tidak hanya seseorang yang sedang menikmati indahnya pendidikan. Karena tugas mahasiswa tak cuma belajar di kelas, baca buku, buat makalah, presentasi, diskusi, hadir ke seminar, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bercorak kekampusan. Namun di balik semua ada tugas lain yang lebih berat dan lebih menyentuh terhadap makna mahasiswa itu sendiri. Tugas inilah yang dapat menjadikan dirinya sebagai harapan bangsa, yaitu menjadi orang yang setia mencarikan solusi berbagai problem yang sedang menyelimuti mereka.
Sejatinya, sebagai mahasiswa yang
memiliki peran yang komleks dan menyeluruh sehingga dikelompokkan dalam tiga
fungsi yaitu; agent of change, social control and iron stock. Dengan fungsi tersebut, tentu saja tidak dapat
dipungkiri lagi bagaimana peran besar yang diemban mahasiswa untuk mewujudkan
perubahan bangsa. Ide dan pemikiran cerdas seorang mahasiswa mampu merubah
paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai
kepentingan bersama. Sikap kritis dan informatif mahasiswa acapkali membuat
sebuah perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi
gerah dan cemas. Dan satu hal yang menjadi kebanggaan mahasiswa yaitu;
mempunyai semangat berjuang yang tinggi untuk melakukan sebuah perubahan.
Mahasiswa, tidak lain
merupakan bibit-bibit yang mampu memberikan perubahan besar atas maju mundurnya
suatu bangsa. Karena dalam diri seorang mahasiswa memiliki semangat yang
tinggi, smangat juang untuk menuju perubahan. Dalam realitas, dari zaman dulu
sampai sekarang, telah terbukti peranan mahasiswa yang menginginkan perubahan
sistem pemerintahan yang dianggapnya tidak sepemikiran dengan para mahasiswa.
Demonstrasi yang kerap kali dijadikan sebagai bentuk ekspresi perlawanan
terhadap suatu kebijakan yang di anggap tidak sesuai dengan keinginan negara
pada umumnya dan rakyat pada khususnya. Idealnya, mahasiswa menjadi panutan
dalam masyarakat, sebagai ujung tombak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi
rakyat yang berlandaskan pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya,
norma-norma yang berlaku disekitarnya, dan pola berfikirnya.
Jika di tilik lebih dalam lagi,
apakah mahasiswa saat ini sudah memiliki pola pikir yang kritis dan informatif.
Untuk membentuk mahasiswa yang kritis dan informatif tidaklah mudah seperti
kita membalikkan telapak tangan begitu saja, namun butuh proses yang harus
dilakukan bagi setiap individu mahasiswa itu sendiri, Semisal sebagai agent of change, social control and iron stock
yang sudah menjadi ciri khas mahasiswa. Dengan demikian secara garis besar
mahasiswa harus mempunyai rasa keingin tahuan yang sangat tinggi dan rasa
penasaran terhadap apa yang belum ia ketahui secara menyeluruh, disamping itu
juga mahasiswa harus mempunyai pola pikir kritis dan cerdas dalam menyikapi
bebagai masalah yang timbul di sekitarnya.
Menurut hemat penulis, mahasiswa
yang kritis dan informatif ialah dia yang tidak mudah menerima sesuatu. dia
selalu merasa tidak puas sehingga memiliki hasrat yang tinggi untuk ingin
mengetahui lebih jauh lagi mengenai suatu masalah, ia tidak akan pantang menyerah dan menyikapi berbagai persoalan dengan
bijak. Di lain sisi kekeritisan akan bernilai lebih jika di didampingi dengan
kecerdasan, sebab mahasiswa yang cerdas memiliki pola pikir yang terus
berkembang dan selalu peka terhadap lingkungan dimana dia berada. Seorang
mahasiswa pun mesti memiliki kecerdasan. Karena mahasiswa telah di didik oleh
para dosennya yang berkompeten untuk selalu melakukan kebenaran. Tentu,
mahasiswa harus berbeda dengan orang lain yang tidak mengenyam bangku
pendidikan. Mahasiswa harus dapat memberikan suri tauladan yang baik, menjaga
citra diri yang baik dan lebih-lebi memberikan konstribusi terhadap masyarakat
baik secara idiologi maupun tingkah laku.
Selain itu ada beberapa hal yang juga tidak
kalah pentinggnya yang harus dimilki setiap individu mahasiswa untuk bisa
menjadi mahasiswa yang kritis dan informatif yaitu Pertama, mahasiswa harus memiliki
rasa ingin tahu yang sangat besar, dengan itu mahasiswa dituntut harus selalu rajin masuk kuliah dan yang lebih
penting lagi selalu aktif baik
melontarkan pertanyaan-pertanyaan informatif maupun pertanyaan-pertanyaan
kritis. Kedua, mahasiswa harus mampu
menentukan prioritas kegiatan sehari-hari. Prioritas pertama
dan terutama yaitu kegiatan akademik, yakni kuliah, berdiskusi baik secara
formal maupun informal yang sejatinya kegitan tersebut sangat membantu untuk
membentuk insan mahasiswa yang kritis dan informatif. Ketiga, bersifat idealis (bercita-cita tinggi) dan
berperilaku baik. Sorang mahasiswa harus membiasakan diri hidup
dengan sportif, jujur, disiplin, berani, sopan, rendah hati, ramah kepada siapa
pun, bersikap kritis dan selalu mamberikan informasi baru dimana pun ia berada.
beradab, dan siap terjun langsung di tengah-tengah masarakat. Keempat, mahasiswa dituntut peka terhadap lingkungan, mulai
dari lingkungan terdekat dan terkecil hingga lingkungan terjauh dan terbesar.
Yang nyatanya mahasiswa bagian dari agen perubahan yang pastinya tanggap
terhadap lingkungan alam dan sosial, baik yang kecil, sedang maupun yang besar
yang pada kenyataanya masyarakat sangat mengharapkan tindakan dari seorang
mahasiswa untuk bisa merubah keadaan ke arah yang lebih baik. Kelima, mahsiswa harus mempunyai rasa
kepemilikan serta militansi yang tinggi terhadap bangsa dan negara, dengan hal tersebut
akan muncul generasi-generasi muda yang berloyalitas tinggi terhadap bangsa
pada umumnya dan rakyat pada hususnya.
Dengan
demikian dapat di ambil benang merahnya, bahwa mahasiswa yang kritis dan
informati ialah dia yang mempunyai kesemangatan yang tinggi untuk terus belejar
dan belajar tanpa mengenal lelah, ia akan terus mencari dan menggali bakatnya
yang terpendam dalam dirinya dan ia tidak akan pantang menyerah sebelum apa
yang diyakininya dan dia inginkan tercapai, serta tidak akan pernah puas
sebelum ia mengatahui yang sebenarnya. Dengan ini penulis meyakini, apa yang
menjadi keharusan dan tanggung jawab bagi seorang mahasiswa akan ia laksanakan
dengan sungguh-sungguh sebab ia akan sadar bahwa sejatinya mahasisiwa mempunyai
tanggung jawab besar yaitu, agent of
change, social control and iron stock yang sejatinya harus
dilaksanakan dan harus di ujudkan baik secara keilmuan dan tingkah lakunya
ketika terjun ditengah-tengah masyarakat baik dalam sekala kecil maupun sekala
besar. Wallahua’lam







0 komentar:
Posting Komentar