BINTANGMU BULAN
By: Hamidi El_Khan
Lama
aku menanti sebuah keajaiban
Hingga
perjalanan terhenti tanpa perintah
Karena
duri yang menusuk kaki ini
Luka
mengundang darah warnai jejak
Aku
tak kuasa waktu itu
Tapi
kini keajaiban tiba dengan tiba-tiba
Dari
dalam jiwa bidadari yang mampu membawaku terbang
Menyusuri
cakrawala penuh taburan bintang
Taman
dalam hati tunbuh bunga, kumbangpun tertawa
Terima
kasih cinta, kau datang sebagai nafas hidupku
Terima
kasih bidadari, kau telah membangunkan jiwaku
Aku
hanya bisa merasakan manisnya cinta itu
Aku
hanya bisa memeluk erat anugerah tuhan
Aku
hanya bisa menjaga kesetiaan kasih sayang
Tapi
aku tak bisa berbuat apa-apa
Tak
bisa melukis tawa kebahagiaan
Bahkan
hanya terus mewarnai kekecawaan
Mengundang
tangis dalam hati yang terluka
Hingga
kesadaran yang membuatku bertafakkur
Aku
hanya menggelapkan senyum manisnya
Maafkan
bintang yang telah mencipta penuh harapan
Dalam
cahaya jiwamu bulan
Maafkanlah
bintang malam ini
Maafkanlah
ketidak hadirannya
Maafkanlah
kegelapan jiwanya
Maafkan.
SUARA KECIL BINTANG
Bulan,
aku tak bisa menemaninu malam ini. Izinkan aku untuk lelap dalam fikiran.
Memimpikan terbitnya mentari esok pagi. Izinkan aku memeluk erat harapan dalam
tidurku. Senja tadi kau membuatku mengerti tentang harapan itu. Harapan yang
telah membuatku tak tentu arah. Cinta, impian masa depan, atau dua dewa yang
telah mengajariku tentang cinta dan kasih sayang sejak aku menangis pertama
kali?
Bulan,
maafkan aku yang telah membuatmu beresabar dalam penantian yang tak pasti. Kau
telah sabar menunggu cahayaku. Aku berjanji, putaran angka yang berganti tahun
aku akan bersamamu hingga malam terakhir hidupku. Aku akan membuatmu gerhana
dalam erat tanganku. Terima kasihku bulan jika cahayamu mampu bertahan.







0 komentar:
Posting Komentar